“Hati Nurani Komnas Perempuan Dipertanyakan! Kasihhati Desak Presiden Pecat Ketua Komnas Perempuan Hari Ini Juga: Jangan Lukai Korban dengan Pernyataan yang Menyesatkan Publik”

Kasihhati: Ketua Komnas Perempuan Tidak Pantas dan tidak Layak karena tidak punya Empati dan tidak Punya Hati Nurani

Jakarta – Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara, Bunda Kasihhati, melontarkan kritik keras terhadap Ketua Komnas Perempuan menyusul pernyataan mengenai kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap korban YTR.
Ketika ditemui awak Media di kediaman senin 29 Juni 2026

Menurut Bunda Kasihhati, pernyataan yang menyebut kasus tersebut belum memenuhi definisi “penyiksaan” berdasarkan Konvensi Anti Penyiksaan PBB telah menimbulkan kegelisahan publik dan berpotensi melukai perasaan korban beserta keluarganya.

Saat rakyat melihat seorang perempuan diduga mengalami penderitaan yang begitu berat, justru yang muncul ke ruang publik adalah penjelasan yang mudah dipahami seolah-olah korban tidak mengalami penyiksaan. Cara berkomunikasi seperti ini tidak mencerminkan empati yang seharusnya dimiliki lembaga pelindung perempuan.

Bunda Kasihhati menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang memperdebatkan teori hukum internasional, melainkan menuntut keberpihakan kepada korban.

Ketua umum Perempuan Tangguh Nusantara.Kasihhati : Minta Presiden Pecat Ketua Komnas Perempuan karena Tidak Layak dan Tidak Punya Hati Nurani

Komnas Perempuan dibentuk untuk menjadi benteng terakhir perempuan korban kekerasan. Ketika masyarakat berharap suara yang menguatkan korban, yang terdengar justru penjelasan yang memicu polemik. Ini bukan sekadar persoalan istilah hukum, tetapi persoalan kepekaan dan tanggung jawab moral kepada korban.

Ia menilai seorang pemimpin lembaga negara harus mampu menyampaikan penjelasan hukum secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kalau memang yang dimaksud adalah definisi teknis dalam Konvensi PBB, sampaikan secara lengkap. Jangan berhenti pada kalimat yang berpotensi menimbulkan kesan bahwa penderitaan korban dianggap belum cukup berat. Kalimat yang tidak utuh dapat melukai hati korban dan mengikis kepercayaan publik.

Atas dasar itu, Perempuan Tangguh Nusantara mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi terhadap Ketua Komnas Perempuan.

Kami meminta Presiden segera mengevaluasi Ketua Komnas Perempuan. Apabila dinilai tidak lagi mampu membangun kepercayaan publik, menjaga empati terhadap korban, dan mengomunikasikan sikap lembaga secara utuh, maka sudah selayaknya dilakukan pergantian kepemimpinan demi memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Komnas Perempuan.

Bunda Kasihhati menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar Komnas Perempuan tetap menjadi lembaga yang berpihak kepada korban, menjaga rasa keadilan, dan tidak kehilangan kepercayaan publik.

Korban membutuhkan pembela, bukan polemik. Komnas Perempuan harus kembali menjadi rumah yang menghadirkan harapan bagi perempuan korban kekerasan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh karena komunikasi yang dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan.
Sudah sepantasnya ketua Komnas Perempuan Di Pecat.
Pungkas kasihhati( red)

  • Related Posts

    Gubernur Sulteng Menang di PTUN, Gugatan Sudirman Sapat, dkk Tidak Dapat Diterima

    Tokk !! Gugatan Sudirman Sapat, dkk Tidak Memenuhi Syarat Formil PALU — Setelah melalui persidangan panjang selama hampir lima bulan, akhirnya Majelis PTUN Palu telah memutuskan gugatan Sudirman Sapat, dkk…

    Gandeng PKBM Al Irsyad, Rutan Kelas II B Sidrap Sukses Gelar Paket C, Enam Warga Binaan Terimah Ijazah Setara SMA

    Gandeng PKBM Al Irsyad, Rutan Kelas II B Sidrap Sukses Gelar Paket C, Enam Warga Binaan Terimah Ijazah Setara SMA​ SIDRAP …………., – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    NEWS

    Gubernur Sulteng Menang di PTUN, Gugatan Sudirman Sapat, dkk Tidak Dapat Diterima

    Gubernur Sulteng Menang di PTUN, Gugatan Sudirman Sapat, dkk Tidak Dapat Diterima

    Gandeng PKBM Al Irsyad, Rutan Kelas II B Sidrap Sukses Gelar Paket C, Enam Warga Binaan Terimah Ijazah Setara SMA

    Gandeng PKBM Al Irsyad, Rutan Kelas II B Sidrap Sukses Gelar Paket C, Enam Warga Binaan Terimah Ijazah Setara SMA

    Dugaan Ada Beberapa Para Sindikat TPPO Di Wilayah Purwakarta – Jawa Barat

    Dugaan Ada Beberapa Para Sindikat TPPO Di Wilayah Purwakarta – Jawa Barat

    Diduga Gelapkan 2 Mobil, 1 Motor dan Uang , Andar Jaya Dilaporkan Ke Polres Metro Jakarta SelatanAndar Jaya Gelapkan 2 Mobil Pembina FPII Ferdinand Weimar dan sudah di Laporkan KePolisi

    Diduga Gelapkan 2 Mobil, 1 Motor dan Uang , Andar Jaya Dilaporkan Ke Polres Metro Jakarta SelatanAndar Jaya Gelapkan 2 Mobil Pembina FPII Ferdinand Weimar dan sudah di Laporkan KePolisi

    “Hati Nurani Komnas Perempuan Dipertanyakan! Kasihhati Desak Presiden Pecat Ketua Komnas Perempuan Hari Ini Juga: Jangan Lukai Korban dengan Pernyataan yang Menyesatkan Publik”

    “Hati Nurani Komnas Perempuan Dipertanyakan! Kasihhati Desak Presiden Pecat Ketua Komnas Perempuan Hari Ini Juga: Jangan Lukai Korban dengan Pernyataan yang Menyesatkan Publik”

    Selvi Kamara Sari: “LW Boutique & Coffee Pilihan Baru,Hadirkan Rasa Aroma Gaya dan Suasana Natural Elegan dan Bermakna”

    Selvi Kamara Sari: “LW Boutique & Coffee Pilihan Baru,Hadirkan Rasa Aroma Gaya dan Suasana Natural Elegan dan Bermakna”